Selasa, 30 Oktober 2012

Maritime Patrol & ASW Three View Colour Profile Aircraft

Consolidated PBY-5A Catalina (US Navy)

Grumman E-2C Hawkeye (US Navy)

Grumman E-2D Hawkeye (US Navy)

Grumman TBM-3W2 Avenger (US Navy)
Full Size TBM-3W2

Lockheed S-3B Viking (US Navy)
Full Size S-3B

Lockheed ES-3A Shadow (US Navy)
Full Size ES-3A

Lockheed P-3C Orion Upgrade-III (US Navy)
Full Size P-3C Upgrade-III

Shin Meiwa US-1A (Japan Maritime Self Defence Force)

Short Sunderland Mk.III (RAF)
Full Size Sunderland Mk.III

Tupolev Tu-16R Badger-E
(Aviatsiya Voyenno Morskogo Flota Rossii)
Full Size Tu-16R

Tupolev Tu-142MK Bear-F Mod.3 
(Aviatsiya Voyenno Morskogo Flota Rossii)
Full Size Tu-142MK

Mikoyan Gurevich MiG-35 Fulcrum-F : The Next Generation Fulcrum Variants

Debut pertamanya pada Aero India 2007 cukup mengundang perhatian banyak orang. Pesawat ini sudah pasti menjadi kekuatan baru bagi armada udara Rusia. India sebagai pelanggan Fulcrum telah menunjukkan pula keinginan kuat untuk mengakuisisinya. 

Pengembangan MiG-29M/M2
Tampilan MiG-35 (NATO = Fulcrum-F) sebenarnya tidak asing lagi bagi para pengamat dirgantara. Bentuknya identik dengan varian MiG-29 lainnya, hanya saja muatan teknologinya lebih canggih. Sebagai pengembangan dari MiG-29M/M2 Fulcrum-E, varian MiG-35 memang memiliki banyak keunggulan dan disiapkan untuk menjadi pengganti bagi armada lawas MiG-29 Fulcrum-A maupun pesawat lainnya yang sekelas. Kapasitas bahan bakarnya lebih besar dari Fulcrum-E dan dilengkapi empat sistem fly by wire untuk sistem kontrol terbangnya. Kemunculan proyek MiG-35 sendiri tidak lepas dari campur tangan Menteri Pertahanan Rusia (Sergei Ivanov) yang ingin mengaplikasikan perangkat penjejak bernama optical locator system (OLS) lansiran NII-PP dan radar AESA Zhuk-AE rancangan NIIR Phazotron pada pesawat tempur garis depan Rusia. Singkatnya, RSK MiG kemudian mengeluarkan varian MiG-35 (single seat) dan MiG-35D (two-seat). Karena dirancang sebagai pesawat multi-misi, MiG-35 juga mengadopsi sejumlah teknologi dari varian MiG-29K/KUB Fulcrum-D yang beroperasi dari kapal induk.

Varian awak ganda MiG-35D Fulcrum-F sedang melakukan akrobatik udara pada acara MAKS 2007. Sebagai ajang promosi, pada tahun itu juga pihak RSK MiG memboyong MiG-35D pada acara Aero India 2007.


Varian MiG-29M Fulcrum-E yang menjadi dasar pengembangan MiG-35. Pihak MiG OKB mengembangkan MiG-29M sejak tahun 80an, namun batal diproduksi massal karena bubarnya Uni Soviet dan munculnya resesi ekonomi di Rusia pada awal tahun 90an.

Sistem Avionik & Persenjataan
Untuk urusan avionik, MiG-35 dijejali dengan barbagai perangkat sensor terbaru. Salah satunya adalah adalah perangkat OLS yang terhubung dengan helmet-mounted target designation system dan ground controlled interception (GCI). Ketepatan deteksi perangkat ini sangat mengagumkan. Bukan hanya target di udara saja, target di permukaan bumi macam tank atau kapal perang bisa dideteksi dengan ketepatan tinggi dari jarak yang tidak mungkin dilihat mata telanjang. Display-nya pun dapat dipilih dalam mode infra merah, TV, atau kombinasi keduanya. Karena itu pilot MiG-35 bisa melihat tampilan target beserta informasinya melalui tiga layar LCD multi-function display (untuk varian MiG-35D, pada kokpit WSO dipasang empat LCD) berwarna. Kemampuan deteksi OLS sendiri secara garis besar adalah :

Untuk target di udara
  • Dapat mendeteksi target tanpa gas afterburning dari jarak 45 km.
  • Mengidentifikasi target dari jarak 8-10 km.
  • Dapat mengestimasi target pada jarak hingga 15 km.
Untuk target di permukaan
  • Dapat mendeteksi target sekelas tank secara efektif pada jarak hingga 15 km. Untuk kapal induk sekitar 60-80 km.
  • Mengidentifikasi jenis tank dari jarak 8-10 km. Untuk kapal perang sekitar 40-60 km.
  • Dapat mengestimasi target pada jarak hingga 20 km.

Untuk urusan radar, MiG-35 mengadopsi Phazotron Zhuk-AE berkemampuan active electronically scanning aray (AESA). Radar ini kompatibel dengan perangkat OLS yang menggantikan sensor IRST. Selain itu, sistem AESA mampu menangkal serangan ECM lawan, mendeteksi secara simulatan target di darat dan udara secara bersamaan, dan jarak deteksinya lebih jauh dari radar Zhuk-M. Untuk pertahanan defensif, perangkat macam radio electronic reconnaissance, electronic counter measures, optronic systems, atau laser emission detector dapat dipasang pada tiap wing tip. Jika perangkat ini mendeteksi adanya rudal yang mengejar, sistem pertahanan defensif akan terhubung secara otomatis dengan decoy dispensers untuk segera melakukan pengecohan. Karena bersifat multifungsi, MiG-35 dapat menjalankan misi tempur berbeda sekali terbang pada kondisi cuaca apapun.

Tampilan kokpit pilot MiG-35D Fulcrum-F tampak dilengkapi dengan tiga LCD dengan ukuran yang cukup besar. Desain kokpitnya dirancang secara egronomik sehingga pilot dapat menerbangkan pesawatnya dengan nyaman.


Kokpit belakang MiG-35D untuk Weapons System Officer yang dilengkapi dengan empat LCD ukuran besar. MiG-35D dirancang sebagai pesawat multi-misi dengan misi utama sebagai pesawat serang darat dan anti-kapal, sehingga dibutuhkan dua awak untuk dapat mengoperasikan pesawat yang dilengkapi sistem terbang dan persenjataan yang kompleks. Selain itu MiG-35D juga dapat berfungsi sebagai pesawat latih-tempur.


Tampilan radar Zhuk-AE lansiran NIIR Phazotron pada hidung MiG-35D. Radar Zhuk-AE merupakan jenis Active Electronically Scanning Array (AESA) yang dapat mendeteksi 30 target dari jarak 130 km, dimana 6 diantaranya dapat langsung terkunci.

Lebih jauh lagi, RSK MiG bekerjasama dengan Elettronica asal Italia akan mengembangkan multifunction self-protection jammer terbaru untuk MiG-35. Tentunya hal ini merupakan keinginan dari RSK MiG agar MiG-35 dapat menghadapi penempur-penempur Barat generasi keempat, bahkan generasi kelima. Untuk persenjataannya, MiG-35 dilengkapi satu kanon Gryazev Shipunov GSh-30 kaliber 30 mm (150 rounds) dan sembilan pylon dengan jenis persenjataan yang biasa dibawa MiG-29 seperti rudal air to air AA-12 Adder, AA-11 Archer, AA-10 Alamo, hingga bom pintar KAB-500Kr dan rudal anti kapal Kh-31A (AS-17 Krypton).

Tampilan layout MiG-35D Fulcrum-F lengkap dengan berbagai jenis avionik dan persenjataan yang dapat dipasang. Berdasarkan teknologi yang diusung, MiG-35D masuk kategori pesawat tempur generasi keempat + (plus) seperti halnya Rafale, F-16C Block-50, dan Eurofighter Typhoon.

Mesin RD-33MK
Sebagai sumber tenaga, RSK MiG mengambil mesin turbofan Klimov RD-33MK yang juga mentenagai MiG-29K/KUB. Mesin ini mempunyai maximum thurst 9.000 kgf (RD-33 = 8.300 kgf) dan dilengkapi vector thrust nozzles yang dapat meningkatkan combat efficiency hingga 12-15%. Karena dipakai juga oleh varian Fulcrum-D, tentunya mesin ini dilengkapi lapisan anti korosi yang intensif. Hal yang sama berlaku juga pada setiap bagian vital pesawat. Alhasil MiG-35 dapat pula menjalankan misi tempur maritim layaknya Su-33 Flanker-D atau F/A-18E/F Super Hornet.


Tampilan mesin RD-33MK yang dirancang oleh Klimov OKB. Mesin ini dapat dilengkapi dengan perangkat vectored thrust nozzles yang dapat meningkatkan  manuver tempur hingga 15%. Mesin RD-33MK juga tidak mengeluarkan asap (smokeless).

Spesifikasi MiG-35 Fulcrum-F

General Characteristics

  • Kru : 1 (MiG-35) atau 2 (MiG-35D)
  • Panjang : 19,00 m (62 ft 4 in)
  • Lebar sayap : 14,00 m (49 ft 3 in)
  • Tinggi : 6 m (16 ft 8 in)
  • Berat kosong : 15.000 kg (33.069 lb)
  • Berat maksimum take off : 22.700 kg (50.076 lb)
  • Mesin : 2× Klimov RD-33MK afterburning turbofan. Daya dorong 9.000 kgf  dengan afterburner.

Performance

  • Kecepatan maksimum : 1.521 mph (Mach 2,5 atau 2.448 km/h at altitude)
  • Radius terbag ferry : 4.023 km (2.500 mil) dengan internal fuel atau 6.000 km (3.728 mil) ditambah external tanks 
  • Radius tempur : 1.000 km
  • Rate of Climb : 330 m/s
  • Thrus to Weight Ratio : 1,14
  • Ketinggian maksimum : 18.900 m (62.000 ft)

Armament

  • 1 x  Gryazev Shipunov GSh-30-1 kaliber 30 mm (150 rounds)
  • 9 pylon untuk muatan senjata dan drop tank seberat 4.500 kg (9.920 lb). 

Senin, 29 Oktober 2012

World War-II Two Side Warship Profile

HMS Belfast (Light Cruiser), Royal Navy

HMS Cossack (Destroyer), Royal Navy
Download HMS Cossack

HMS Nelson (Battleship), Royal Navy
Download HMS Nelson

HMS Hood (Battlecruiser), Royal Navy

HMS Rodney (Battleship), Royal Navy

HNMS De Ruyter (Light Cruiser), Koninklijke Marine
 
Download HNMS De Ruyter

IJN Yamato (Battleship), Dai-Nippon Teikoku Kaigun
Download IJN Yamato

IJN Aoba (Heavy Cruiser), Dai-Nippon Teikoku Kaigun

IJN Takao (Heavy Cruiser), Dai-Nippon Teikoku Kaigun
Download IJN Takao

IJN Mutsu (Battleship), Dai-Nippon Teikoku Kaigun

IJN Kongo (Battleship), Dai-Nippon Teikoku Kaigun
Download IJN Kongo

IJN Taiho (Aircraft Carrier), Dai-Nippon Teikoku Kaigun
Download IJN Taiho

IJN Kagero (Destroyer), Dai-Nippon Teikoku Kaigun
Download IJN Kagero

IJN Yukikaze (Destroyer), Dai-Nippon Teikoku Kaigun
Download IJN Yukikaze

KMS Admiral Scheer (Pocket Battleship), Kriegsmarine
Download KMS Admiral Scheer

KMS Admiral Graf Spee (Pocket Battleship), Kriegsmarine
Download KMS Admiral Graf Spee

KMS Bismarck (Battleship), Kriegsmarine
Download KMS Bismarck

KMS Tirpitz (Battleship), Kriegsmarine
Download KMS Tirpitz

KMS Prinz Eugen (Heavy Cruiser), Kriegsmarine
Download KMS Prinz Eugen

KMS Scharnhorst (Battlecruiser), Kriegsmarine
Download KMS Scharnhorst

USS California BB-44 (Battleship), US Navy
Download USS Calofornia BB-44

USS Colorado BB-45 (Battleship), US Navy
Download USS Colorado BB-45

USS Lexington CV-2 (Aircraft Carrier), US Navy
Download USS Lexington CV-2

USS Saratoga CV-3 (Aircraft Carrier), US Navy
Download USS Saratoga CV-3

USS Ausburne (Destroyer), US Navy
Download USS Ausburne

USS Tuscaloosa CA-37 (Heavy Cruiser), US Navy
Download USS Tuscaloosa CA-37

World War-II Three View Colour Profile Aircraft

Avro Lancaster B.Mk.I (RAF)
Full Size Lancaster B.Mk.I

Bell P-63C Kingcobra (Armee de'I Air)

Bloch MB.152C-1 (Armee de'I Air)

Boeing B-17 Mk.III Flying Fortress (RAF)
Full Size B-17 Mk.III

Bristol Beaufighter TF.Mk.10 (RAF)
Full Size Beaufighter TF.Mk.10

Caproni Ca-135bis (Regia Aeronoutica)
Full Size Ca-135bis

Focke Wulf FW-190A-1 (Luftwaffe)

Focke Wulf FW-190F-8 (Luftwaffe)

Grumman TBF-1 Avenger (US Navy)
Full Size TBF-1

Grumman F4F-4 Wildcat (US Navy)
Full Size F4F-4

Hawker Hurricane Mk.IIC (RAF)
Full Size Hurricane Mk.IIC

Hawker Typhoon Mk.IB (RAF)
Full Size Typhoon Mk.IB

Heinkel He-111H-2 (Luftwaffe)
Full Size He-111H-2

Heinkel He-162A-2 Salamander (Luftwaffe)
Full Size He-162A-2

Hispano Aviacion HA-1112-M1L Buchon 
(Ejercito del Aire de Espana)
Full Size HA-1112-M1L

Junkers Ju-88G-6C (Luftwaffe)
Full Size Ju-88G-6C

Lavochkin La-5FN (Voyenno Vozdushniye Silly)
Full Size La-5FN

Messerschmitt Me-109E (Luftwaffe)
Full Size Me-109E

Messerschmitt Me-109K-4 (Luftwaffe)

Mitsubishi A6M5 Reisen
(Dai-Nippon Teikoku Kaigun Kokutai)
Full Size A6M5

Nakajima B5N2 Kate 
(Dai-Nippon Teikoku Kaigun Kokutai)

Nakajima Ki-84-I-Ko Hayate
(Dai-Nippon Teikoku Rikugun Kokutai)
Full Size Ki-84-I-Ko

North American B-25C Mitchell (USAAF)
Full Size B-25C

North American P-51C Mustang (USAAF)
Full Size P-51C

North American P-51D Mustang (USAAF)
Full Size P-51D

Polikarpov I-15 Ratas (Voyenno Vozdushniye Silly)
Full Size I-15

Supermarine Spitfire PR.Mk.9 (RAF)
Full Size Spitfire PR.Mk.9

Vought F4U-1A Corsair (US Navy)
Full Size F4U-1A

Yakovlev Yak-9D Frank (Voyenno Vozdushniye Silly)
Full Size Yak-9D