Minggu, 28 November 2010

Monogram F-100D Super Sabre Scale 1/48

Hello... I’m Jerry Creager. Here is Monogram's 1/48 scale F-100D Super Sabre. This kit represents an aircraft from the 494th Tactical Fighter Squadron USAF. The raised panel lines found on the Monogram kit were sanded off and completely re scribed. The cockpit is detailed using the Black Box F-100 detail set. The two inboard external fuel tanks are from another Monogram kit and are representative of the type found on this particular aircraft. The horizontal stabilizer which is molded into the fuselage on the kit was cut and repositioned to the position usually seen in photographs of F-100’s at rest. 


After the kit was completely assembled it was given a coat of black Tamiya high gloss acrylic paint mixed with Testors Metalizer Thinner (70% thinner, 30% paint) as a primer. This lays down a hard very smooth high gloss finish. Since the metal finish will show up the smallest flaws the gloss black highlights these flaws and gives you and opportunity to correct them before the final metal finish is applied. I used two coats of Flouquil Bright Silver thinned to about 70% Testors Metalizer Thinner and about 30% paint. I sprayed this at about 10 psi using a Pasche airbrush. This combination of thinner and paint dries fast and will leave a silver finish that can be handled and masked. After the final finish was applied I gave the entire model a coat of Future and allowed it to dry a good 24 hours. This will protect the finish and provides a good surface for the decals. 


The red and white stripes were painted last. The squadron insignia was scanned into a computer from a book and reduced to the proper size. The image was then printed on decal paper. This step was done by a friend. The rest of the decals were taken from various F-100 decal sheets. I would guess that this project took about 50 hours to complete. For additional information, Monogram F-100D Scale 1/48 now reboxed by Revell Germany. Check it out...


SMER MiG-17F Fresco-C Scale 1/48

Hello... My name Kusumah AR from Indonesia. This review model is first my project for aircraft 1/48 scale. I try to build this kit, SMER (Polish) MiG-17F Fresco-C Scale 1/48 with 11th Squadron/Angkatan Udara Republik Indonesia insignia (early 1970) for celebrating Indonesia Independence at August 17th 2011. When I buying this kit December 2009, pricing around USD 30. My opinion for kit SMER MiG-17F Scale 1/48 is not to bad. The panel lines is nice engraved, but to much deep. The precision parts also poor and need a lot putty (especially between wings and fuselage). Cockpit interior was standard and I build like a manual. More point to me for this kit because SMER give option super decals for Angkatan Udara Republik Indonesia (maybe only regular kit MiG-17F Scale 1/48 with option Indonesian Air Force insignia), Egypt Air Force, Cekoslovakia Air Force, and Polish Air Force. This kit also include some parts for build Lim-6bis variant (only for Polish Air Force). 


First step, I'm begining with build cockpit and colored the interior with base standar colour Tamiya XF-25 Dark Grey (dashboard & floor) and Tamiya XF-70 Dark Green (ejection seat). For detail I used decal cockpit, Snowman Drawing Paintmarker (silver, black, yellow, red), and paint brush (for extra tools when painting specific details). Second my job is building fuselage, tailfin, completed main wings, back wings, landing gear, and drop tank. 


For smooth, I more used Tamiya putty and power glue. Don't forget install a bold steel 6 gram in front kit for stabilization when stand up. For glass canopy, I used Tamiya tape for masking. Finally I'm merge cokpit, fuselage, tailfin, main wings, back wings, glass canopy, and drop tank. Next my job is painting the body kit. I used Pylox Silver 124 for colored the skin aircraft. For landing gear, I used Pylox Silver 124 and  Pylox Flat Black 109A (only for tears).


After dry, I'm continued with decaling AURI insignia (with beautiful thunder in tailfin and main wings... And finally covered with Pylox Clear 128. Because MiG-17F have afterburning ring in exhaust turbojet engine Klimov VK-1F, I colored this part with Pylox Gold 123. For finishing, I weathering panel lines with Snowman Drawing Point (No.01,02, and 03), and merge the landing gear. I need around 22 days in January 2011 for finished this kit.

Jumat, 26 November 2010

Sukhoi Su-22M4 Fitter-K : The Last Fitter Variants

Secara umum, seluruh varian jet pembom-tempur buatan Rusia ini setidaknya telah diproduksi sebanyak 2.867 unit antara tahun 1969-1990. Meski bukan lagi arsenal gress, keluarga Su-17/20/22 masih menjadi andalan di beberapa negara eks-Pakta Warsawa dan dunia ketiga. Salah satunya adalah Polandia yang mengoperasikan varian paling canggih, Su-22M5 Fitter-K.

Modernisasi Su-22M4 Fitter-K
Sebuah Su-22M4 Fitter-K dari unit 7th Tactical Squadron AU Polandia bersiap mendarat usai melakukan atraksi terbang rendah pada acara Radom Air Show 2002. Memasuki tahun 2012, AU Polandia masih mengoperasikan sejumlah Su-22M4/M5/UM3K.
Memasuki tahun 2010, sekitar 48 Su-22M4/UM3K masih menjadi kekuatan cadangan di jajaran armada tempur AU Polandia yang sudah diperkuat arsenal terbaru, F-16C/D Block-52. Varian Su-22M4 (nickname NATO = Fitter-K) merupakan varian terakhir dan tercanggih dari keluarga Fitter. Selain sebagai pesawat ground attack, Su-22M4 AU Polandia juga diserahi tugas sebagai pengintai dengan membawa pod kamera KKR-1 (bekas pakai Su-20R). Saat ini sisa armada Su 22M4/UM3K tergabung di unit 8th Tactical Squadron, Miroslawiec Air Base. Dengan bergabungnya Polandia menjadi anggota NATO, maka mau tidak mau AU Polandia harus menyelaraskan arsenal yang dimiliki dengan standar NATO. Untuk itu sebagian armada Su-22M4 dilengkapi dengan berbagai avionik buatan Barat seperti HUD, ILS, INS, TACAN, HOTAS, GPS, hingga dipasangi radar Phantom lansiran Thomson CSF dan Phazotron. Radar Phantom dipasang untuk menggantikan perangkat laser rangefinder Klen-54. Su-22M4 hasil upgrade ini dikenal sebagai Su-22M5. Meski uzur, armada Su-22M4 Fitter-K AU Polandia masih bisa diandalkan dalam beberapa tahun ke depan sambil menunggu armada F-16C/D operasional secara penuh. Selain varian Su-22M4/5, AU Polandia juga mengoperasikan beberapa versi latih Su-22UM3K Fitter-G yang juga mengalami modifikasi pada perangkat navigasi dan komunikasinya. Selain AU Polandia, saat ini negara eks-Pakta Warsawa yang diketahui masih mengoperasikan armada Fitter kemungkinan adalah AU Slovakia (varian Su-22M4/UM3K). Di luar eks-Pakta Warsawa, negara yang masih aktif mengoperasikan keluarga Fitter (berdasarkan data tahun 2011) antara lain Angola (Su-22M4), Libya (Su-22M4/M3/UM3K), Peru (Su-22M2/M3/UM3K), dan Vietnam (Su-22M3).

Dinasti Fitter
Tahun 1963, seorang insinyur Sukhoi OKB bernama Nikolai Zyrin melakukan modifikasi penggunaan sayap sayung (variable geometry wing) pada varian Su-7BM Fitter-A. Sayap utamanya bisa diposisikan dalam tiga sudut derajat, yakni 28, 45, dan 62. Pengaturannya masih menggunakan tuas alias manual. Su-7BM hasil modifikasi ini dikenal sebagai Su-7IG Fitter-B dan terbang perdana 2 Agustus 1966 dengan pilot uji Vladimir Ilyushin. Setelah melakukan beberapa penyempurnaan, Sukhoi OKB kemudian melansir Su-17 Fitter-B dengan mesin Lyulka AL-7F-1.
Sebuah Su-20R milik AU Polandia tengah diparkir di landasan Pangkalan Udara Slupsk, Mei 1992. Su--2 0R merupakan varian intai-tempur yang biasa membawa pod kamera KKR-1.
(thrust  = 9.000 kg atau 19.841 lb) pada tahun 1969 disusul Su-17M Fitter-C pada tahun 1971. Fitter-C menggunakan mesin baru Lyulka AL-21F-3 (thrust = 11.500 kg atau 25.300 lb) dan diekspor ke Mesir, Polandia, dan Syria dengan kode Su-20. Selain itu dibuat pula versi pengintainya, yakni Su-17R Fitter-C (kode ekspor = Su-20R) yang membawa pod kamera KKR-1. Akhir Desember 1973, Sukhoi OKB kembali melansir varian terbaru, yakni Su-17M2 Fitter-D (kode ekspor = Su-20M) yang dilengkapi berbagai avionik canggih untuk ukuran Rusia saat itu macam laser rangefinder ASP-17, RSBN-6S short-range navigation, dan radar navigasi DISS-7.
Su-22M2 Fitter-F AU Peru dengan kamuflase hutan tropis. Pada tanggal 24 April 1992, Su-22M2 AU Peru menyerang satu pesawat kargo C-130H Hercules USAF dan menewaskan satu orang awaknya. Aksi lainnya adalah saat meletus Perang Peru-Equador (Alto Cenepa War) tahun 1995, dimana dua Su-22M2 AU Peru berhasil ditembak jatuh dua Mirage F-1 AU Equador pada tanggal 10 Februari 1995.
Tanggal 31 Januari 1975, varian Su-17M2D bermesin Tumansky R-29BS-300 (thurst = 12.000 kg atau 26.400 lb) berhasil terbang perdana. Varian ini diekspor antara lain ke Irak dan Peru dengan kode Su-22 Fitter-F. Kelak AU Peru meng-upgrade armada Su-22 miliknya menjadi varian Su-22M2 Fitter-F yang dilengkapi refuelling probe. Selain itu Sukhoi OKB juga melansir varian latih dari Su-17M2, yakni Su-17UM Fitter-E. Berdasarkan Fitter-E, diturunkan pula varian Su-17M3 Fitter-H. Pada varian ini ruang kokpit bagian belakang dijadikan internal fuel tank dengan kapasitas 4.850 liter. Avionik yang digunakan pun lebih canggih, seperti pemasangan perangkat Klen-54 laser rangefinder dan upgading wiring system yang memungkinkan pemasangan dua rudal air to air R-60 (kode NATO = AA-8 Aphid) atau R-3S (AA-2 Atoll). Versi ekspor Su-17M3 (untuk negara dunia ketiga) yang kemampuan avioniknya dikurangi dikenal sebagai Su-22M Fitter-J. Avionik Su-22M setara dengan Su-17M2 Fitter-D, namun mesin yang digunakan tipe R-29. Sedangkan varian ekspor Su-17M3 untuk negara Pakta Warsawa dikenal sebagai Su-22M3 Fitter-J.
Varian latih-tempur Su-22UM3K Fitter-G dari unit 7th Tactical Squadron AU Polandia. Varian ini memiliki kokpit dengan awak ganda untuk keperluan latih maupun tempur penuh. Su-22UM3K ini merupakan pengembangan dari varian Su-22UM Fitter-E.
Varian Su-22M4 Fitter-K dengan grafiti spesial tengah bersiap untuk melakukan demo udara bersama varian Su-22UM3K Fitter-G pada acara Radom air Show 2002. Keduanya merupakan armada tempur 7th Tactical Squadron AU Polandia.
Tahun 1978 Sukhoi OKB membuat varian latih dari Su-17M3, yakni Su-17UM3 Fitter-G. Varian ekspornya yang menggunakan mesin Tumansky R-29 dikenal sebagai Su-22UM3, sedangkan yang memakai mesin Lyulka AL-21 diberi kode Su-22UM3K. Terakhir Sukhoi OKB melansir Su-17M4 Fitter-K (kode ekspor = Su-22M4) yang terbang perdana 19 Juni 1980 dengan pilot uji Yuri A. Yegorov. Kokpit pada varian Fitter-K dipenuhi avionik terbaru seperti perangkat navigasi RSDN (setara LORAN buatan AS), INS, Klen-54 laser rangefinder, RWR tipe SPO-15LE Sirena, hingga pod BA-58 Vjuga untuk memandu penembakan anti-radiation missiles macam Kh-28 (kode NATO = AS-9 Kyle), Kh-25 (kode NATO = AS-11 Karen), dan Kh-29 (kode NATO = AS-14 Kedge). Terakhir muncul varian Su-22M5 hasil upgrade Su-22M4 dengan avionik Perancis.

Pengalaman Perang
Cerita seru tentang keluarga Fitter di medan perang terjadi saat terjadinya Insiden Teluk Sidra (19 Agustus 1981) dimana dua Su-22M3 AU Libya ditembak jatuh dua F-14A Tomcat AL AS. Selain itu Fitter terlibat juga dalam berbagai pertempuran di dunia seperti Perang Afghanistan (1979-1988), Perang Iran-Irak (1980-1988), Perang Angola (1975-1988), Perang Teluk-I (1990-1991), dan Konflik Peru-Equador (1995). Sayangnya prestasi tempurnya agak suram. Seringkali Fitter harus berhadapan dengan jet-jet spesialis dogfight atau rudal anti pesawat portabel (MANPADS) yang letal macam Stinger, SA-7, hingga Blowpipe. Di Afghanistan, tiga Su-22M3 berhasil dirontokkan F-16A Pakistan dan belasan lainnya oleh rudal Stinger Mujahidin. Puluhan Fitter Irak juga berhasil dirontokkan oleh F-14A Iran selama perang Iran-Irak dan F-15C USAF pada Perang Teluk-I. Terakhir, dua Su-22M2 milik AU Peru berhasil dirontokkan Mirage F-1JA Equador pada 10 Februari 1995 saat berlangsungnya Alto Cenepa War. Saat ini negara-negara yang masih mengoperasikan Su-22 seperti Angola dan Yaman masih aktif menggunakannya untuk menggempur kelompok-kelompok perlawanan dalam negeri.
Salah satu dari delapan Su-22M4 Fitter-K AU Angola yang masih operasional hingga saat ini (2010). Pesawat-pesawat Su-22M4 Angola merupakan bekas pakai AU Cekoslovakia yang dijual tahun 1993.
Dua Su-22M3 Fitter-H dari Skadron Pembom-Tempur 1032 AU Libya sedang disiapkan untuk mengikuti demo terbang dalam acara Libyan Aviation Confrence & Exhibition 2009 di Pangkalan Udara Mitiga, Tripoli. Saat terjadi perang saudara tahun 2011, Rezim Moamar Khadafi banyak menggunakan armada Fitter untuk menggempur posisi gerilyawan oposisi sebelum akhirnya dihentikan oleh serangan udara balasan dari NATO.

Operator Su-17/20/22
Total 2.867 Su-17 beserta turunannya diproduksi oleh Sukhoi OKB, dimana 1.165 diantaranya diekspor ke 17 negara. Varian Su-17M, Su-22M, dan Su-22M3 merupakan varian yang paling banyak diproduksi, yakni sekitar 1.000 unit. Berikut ini negara yang pernah mengoperasikan Su-17/20/22 Fitter : CIS (Armenia, Azerbaizan, Belarusia, Rusia, Turkmenistan, Uzbekistan, Ukraina), Afghanistan, Aljazair, Angola, Bulgaria, Cekoslovakia, Hungaria, Irak, Iran, Jerman Timur, Korea Utara, Libya, Mesir, Peru, Polandia, Syria, Vietnam, dan Yaman.
Dua Su-22M4 Fitter-K AU Republik Ceko mendarat di Pangkalan Udara RAF Fairford (Inggris) untuk mengikuti acara International Air Tatoo 1995. AU Republik Ceko memensiunkan sisa armada Fitter-nya yang terdiri dari 31 Su-22M4 dan 5 Su-22UM3K pada tahun 2002.

Spesifikasi Su-22M4 Fitter-K

General Characteristics
· Kru : 1 (pilot)
· Panjang : 19,02 m (62 ft 5 in)
· Lebar sayap : spread, 13,68 m (44 ft 11 in) atau swept, 10,02 m (32 ft 10 in)
· Tinggi : 5,12 m (16 ft 10 in)
· Luas sayap : spread 38,50 m² (415 ft² ) atau swept 34,50 m² (370 ft²)
· Berat kosong : 12.160 kg (26.810 lb)
· Berat maksimum : 16.400 kg (36.155 lb)
· Berat maksimum take off : 19.430 kg (42.835 lb)
· Mesin : 1× Lyulka AL-21F-3 afterburning turbojet. Daya dorong (max) = 109,8 kN

Performance
· Kecepatan maksimum : 1.155 mph (1.860 km/h at altitude)
· Radius tempur : 1.150 km (715 mil) dalam mode hi-lo-hi dengan muatan senjata 2.000 kg
· Ketinggian maksimum :14.200 m (46.590 ft)
· Rate of climb : 230 m/s
· Wing loading : 443 kg/m² (90,77 lb/ft²)
· Thrust-weight ratio : 0.68
· G-force limit : 7g
· Airframe lifespan : 2.000 jam (sekitar 20 tahun)

Armament
· 2 x Nudelman Richter NR-30 kaliber 30 mm (80 rounds/kanon)
· Dapat membawa muatan senjata dan drop tanks maksimum seberat 4.000 kg (8.820 lb).
· Rudal air to air 
  Vympel R-3S (AA-2 Atoll) atau Molniya R-60 (AA-8 Aphid)

· Rudal air to surface
  Kh-23 (AS-7 Kerry)
  Kh-25 (AS-10 Karen)
  Kh-29 (AS-14 Kedge)
  Kh-58 (AS-11 Kilter)

· Persenjataan lain
  ECM pod
  SPPU-22-01 cannon pods
  Berbagai macam bom konvensional seperti cluster bombs, napalm, dan FAB-100/250
  Tabung roket UV-16 kaliber 57mm dan berbagai senjata nubika

(sumber data : aerofax fitter’s family)
Su-22M4 Fitter-K
886th ORAP/15th VA, AV-MF (Soviet Naval Aviation)
Bagram AB, Afghanistan 1988
(sumber gambar : aerofax fitter’s family)

Review Model Kit Su-22M4 Fitter-K

Kit : Kopro (scale 1/48)
Modeller : Juan Solorzano
Insignia : 20th Guards Fighter-Bomber Regiment, 16th Air Army, Soviet Air Force (VVS)




   

Kit : Kopro (scale 1/48)
Modeller : Ingo Degenhargt
Insignia : Jagdbombengeschwader (JBG) 77,Luftstreitkafte der NVA




Kit : Mastercraft (scale 1/72)
Modeller : Dragan Cvetic
Insignia : 44th Fighter-Bomber Squadron, Al Quwwat Al Jawwiya Al Iraqiya




Kit : Italeri (scale 1/72)
Modeller : Hobbyhours
Insignia : 274th Guards Fighter-Bomber Regiment, 15th Air Army, Soviet Air Force (VVS)





Rekomendasi Kit Su-17/22 Fitter
Dragon (Hongkong) Su-22M3 Fitter-H Skala 1/144


Kopro (Republik Ceko) Su-17M3 Fitter-K Skala 1/48

Mastercraft KP (Republik Ceko) Su-22M4R Fitter-K Skala 1/72

Italeri (Italia) Su-22M4 Fitter-K Skala 1/48

Eduard (Inggris) Su-17M4 Fitter-K Skala 1/48

Kamis, 25 November 2010

Mikoyan Gurevich MiG-23MF/MS/ML/MLA/MLD Flogger Side Profile

MiG-23MF Flogger-B from 28th PLM Poland Air Defence Corps, Slupsk AB, Poland 1999

MiG-23MF Flogger-B from 1023rd Sqn LARAF, Okba Ben Nafi AB, Libya 2007

MiG-23MF Flogger-B from Cuban Air Force, Santa Clara AB, Cuba 1987

MiG-23ML Flogger-G from 1023rd Sqn LARAF, Okba Ben Nafi AB, Libya 2008

MiG-23ML Flogger-G from Cuban Air Force, Santa Clara AB, Cuba 1995

MiG-23ML Flogger-G from FAPA-DAA, Luanda AB, Angola 1988

MiG-23MLA Flogger-G from JG-9 East Germany Air Force, Peenemunde AB, Germany 1992

MiG-23MLA Flogger-G from JG-9 East Germany Air Force, Peenemunde AB, Germany 1992

MiG-23MLD Flogger-K from State Flight Testing Center Akhtubinsk AB, Russia 1992

MiG-23ML Flogger-G from Iraqi Air Force, Al Bakr AB, Iraq 2003

MiG-23MLD Flogger-K from 28th GvIAP PVO, Andreapol AB, Russia 1992

MiG-23MS Flogger-E from 1023rd Sqn LARAF, Okba Ben Nafi AB, Libya 1996

MiG-23MLD Flogger-K from 201st IAP PVO, Minsk-Machulischi AB, Belorussia 1996

MiG-23MS Flogger-E from Iraqi Air Force, Al Bakr AB, Iraq 2003

MiG-23MLD Flogger-K from 883rd IAP VVS, Juterborg AB, Germany 1992